Rabu, 27 Desember 2017

Kisah Qarun

Kisah Qarun


Pada zaman nabi musa AS, hidup seseorang bernama Qarun. Qarun adalah keturunan bani israel, ia dilahirkan di Mesir. Pada mulanya Qarun adalah pengikut nabi musa yang taat beribadah.

Setelah hartaynya bertambah ia mulai malas beribadah. Pada saat hartanya semakin berlimpah Qarun pun melupakan tuhannya, bahkan menentang nabi musa. Tingkah laku Qarun sangat berbeda ketika belom menjadi orang kaya.
Qarun memiliki banyak rumah yang dibangun dengan mewah dan besar-besar. Ia selalu memakai pakaian yang bagus dan  mahal hartanya. Ia mempunyai banyak pelayan yang selalu siap melayani semua keinginan-keinginannya.
Tapi sayang, Qarun mempunyai sifat yang sombong. Ia hidup berfoya-foya. Ia suka memamerkan kekayaannya kepada orang lain. Dengan hartanya yang melimpah, ia bukannya suka menolong orang lain, malah suka memeras dan mencelakahkan orang lain.
Dengan kekayaannya yang berlimpah,  ia merasa berkuasa. Dan kekuasaannya digunakan untuk bertindak sewenang-wenang,

membuat kerusakan hanya untuk memuaskan hatinya.
Qarun lupa bahwa harta yang dimilikinya adalah karunia tuhan. Ia tidak mengenal tuhan lagi dan tidak mau bersyukur kepada-Nya. Kalau ada orang yang mencoba menasehatinya, agar ia selalu ingat dan bersyukur keada Allah SWT, ia tidak mau mendengarkan. Ia berkata dengan sombong, “ saya mendapatkan harta ini dengan kerja keras bukan tuhan yang memberi.
Ketika nabi musa mengimbau untuk mengeluarkan zakat, dan membagi-bagikanya kepada fakir miskin, Qarun tersinggung dan marah. Ia berpikir bahwa dengan membayar zakat, hartanya akan berkurang. Ia malah menudu nabi musa sebagai rang yang iri kepadanya dan ingin memerasnya.
Mendengar ucapan dan tuduhan Qarun kepadanya, nabi Musa hanya mendengarkan dengan penuh kesabaran. Pada akhirnya, Nabi Musa berdoa agar Qarun diberi peringatan dan pelajaran,

karena perbuatannya sudah sangat jauh menyimpang dari tuntunan agama.

Doa nabi musa dikabulkan allah. Tiba-tiba, tanah air disekitar istana dan gudang-gudang harta Qarun bergoncang dengan hebatnya, lalu pecah dan retak. Semakin lama goncangan terjadi, semakin lebar dan dalam pula keretakkan yang ditimbulka. Kaki Qarun terpeleset sampai lutut. Begitu juga kaki para pelayannya. Mereka menjerit-jerit minta tolong kepada nabi Musa.
Mereka ingin bertobat dan berjanji akan menjadi pengikut nabi Musa. Sayang sekali tobat mereka terlambat. Allah sudah menutup pintu tobat buat mereka.
Akhirnya arun dan para pelayannya serta seluruh harta kekayaannya terbenam ditelan bumi. Tidak ada seorang pun yang bisa menolong Qarun.



Ketika temanku dalam keadaan yang membutuhkan. Aku akan siap membantunnya dengan senang hati dan ikhlas. Dan jika membantu teman yang membutuhkan pertolongan janganlah mengharapkan imbalan darinya, apalagi mempunyai sifat riya.
Qarun matu tenggelam bersama harta-harta yang sealu dibangga-banggakannya.
Qarun adalah contoh orang yang sombong,kikir, serakah dan tidak mau bersyukur kepada allah SWT.  Peristiwa ini diabadikan allah dalam Al-Quran surah Al-Qasas ayat 81:
فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ
Artiya:

“Maka kami benamkan dia (Qarun) bersama rumah nya kedalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang menolongnya selain allah, dan ia tidak termasuk orang yang dapat membela dirinya.” (Q.S. Al-Qasas, 28:81)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar